Jumat, 31 Mei 2019

Cerita Nurhadi-Aldo, Capres Nomor Urut 10

Pekan terakhir jagad dunia maya hadir sosok baru yang merupakan capres nomor urut sepuluh. Nurhadi-Aldo, yang merupakan capres dan cawapres guyonan, mendapatkan respon yang bermacam macam dari netizen di laman facebooknya. Mulai dari respon yang lucu hingga ditanggapai serius.

Namun percaya nggak kalau capres ini nggak kenal dengan cawapresnya. lhok kok bisa. nah begini ceritanya.

Menurut keterangan yang admin peroleh informasinya dari channel youtube cerita muria, awal mula ada seorang yang bernama Edwin dari Sleman yang mengaku fan Nurhadi. Dia mau membantu perekonomian Nurhadi dengan cara diviralkan. Caranya dibuat dengan capres guyonan Nurhadi-Aldo.

Awalnya di buat kaos yang intinya mengajak saudara dan teman ke dalam kebaikan. Berfikir kembali dari yang terbaik dan beajar dari angka 10. Sepuluh artinya “1” itu Tuhan, “0” itu ikhlas. “Jika ingin yang terbaik maka cintai tuhan, ikhlaskan semua amal”, terang Nurhadi.

lalu untuk fanspage di facebook sendiri, dibuat tahun 2018 pada akhir Desember. Tepatnya tanggal 17 Desember 2018. Pada misi fanspage tertulis “Mewujudkan Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik dengan Inovasi dan Kolaborasi”.

Untuk Ide dari angka 10 (Sepuluh) itu sendiri adalah kalau bahasa Jawanya “sawang sinawang”. Artinya kita tidak bisa menilai hidup seseorang itu dari apa yang kita lihat saja.

Nah, ketika ditanya tentang cawapresnya, pak Aldo, dia bilang nggak kenal. Kemudian saat ditanya soal Edwin, pak Nurhadi juga nggak kenal, bilangnya cuma fan. “Katanya fan saya. Katanya saya lucu. Saya juga belum pernah ketemu”, terang Nurhadi.

Motif membuat capres guyonan adalah untuk mendinginkan suasana, karena ada 2 kubu capres yang beda pendapat. Katanya untuk membuat capres guyonan itu nggak apa, asal jangan sampai melanggar agama dan negara. Kemudian pesan Nurhadi agar komunitas angka 10 jadi lebih baik.

Dia berkata senang bisa punya teman banyak, namun tidak senangnya karena tidak semua senang. Nurhadi juga sempet ditawari jadi tim sukses salah satu paslon, namun dia tidak mau dan cukup jadi tukang pijat. dia malah bilang kalau sampean capek tak pijiti, kalau sampean stress tak pijiti.

Nurhadi sendiri sudah jadi tukang pijat selama 15 tahun lalu. Sebelumnya pernah beberapa menjalani berbagai bidang. Lalu saat menonton tv, ada program yaang menampilkan tentang pijat, hingga pijitnya kemudian digali lagi kemampun pijitnya karena dia merasa juga bisa. Awalnya dari menyebar poster dan memijit salah satu orang yang berpengaruh dan bisa sampai terkenal bisa memijit kemana-mana.

Kata tronjal tronjol, maksudnya ketika orang (maaf: sedang berhubungan intim) suka tronjal tronjol, cari enaknya. nggak bisa mengendalikan otaknya. Nurhadi mengibaratkan itu seperti berita hoax, bahasa Jawanya “angger muni” (asal bicara)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon