Jumat, 31 Mei 2019

Sejarah Nama Desa Jelu

Desa Jelu, daerah mungil ini terletak di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Batas wilayah Desa Jelu adalah timur Desa Wadang, selatan Desa Bareng, barat Kecamatan Gayam dan sebelah utara ada Desa Jampet.
Seperti kita ketahui nama desa memiliki sejarahnya sendiri, Begitupun Desa Jelu. Tahukah kalian tentang sejarah Desa Jelu ini?

Asal usul kata “Jelu” Konon menurut cerita dan dongeng yang berkembang di masyarakat serta tokoh desa setempat, asal usul Desa Jelu di mulai dari Tokoh Pewayangan Arjuno atau yang dikenal dengan namai lain Janoko. Arjuno merupakan salah satu tokoh dari kisah pewayangan Pandowo Limo. Yang mana tokoh pandowo limo tersebut mengembara dan sampailah di sebuah desa, yang saat ini dikenal dengan nama Desa Jelu.

Alkisah Arjuno mendengar keluhan dan cerita dari masyarakat setempat tentang raksasa yang disebut Buto Ringgani. Raksasa ini sering membuat onar dan membuat takut warga yang tinggal di desa tersebut. Arjuna menceritakan desa-desus yang terjadi di masyarakat tersebut kepada para saudaranya.

Akhirnya para pandawa sepakat untuk menyingkirkan Buto Ringgani dari kehidupan masyarakat sehingga mereka bisa hidup tenang. Maka diutuslah Sang Arjuno/Janoko untuk melenyapkan buto tersebut.

Sesampainya di desa, terjadilah perang yang sangat sengit antara Arjuno dengan buto Ringgani. Singkat cerita keduanya berperang dengan hebat dengan kekuatanya masing-masing. Tetapi Buto Ringgani tidak berhasil menandingi kekuatan Arjuno sehingga dia mencoba lari menjauh. Namun Arjuno tidak ingin melepaskan Buto Ringgani yang lari begitu saja apalagi lolos darinya. Dikeluarkanlah senjata berupa panah sakti mandraguna dan di bidiknya tepat mengenai perut Buto Ringgani yang sedang berlari.

Meskipun perut Buto Ringgani tertembus panah, Buto tersebut belum mati, bahkan masih kuat untuk berlari menuju ke utara sambil memegangi perutnya yang terkena panah. Tak ingin musuhnya lepas, Arjuno terus mengejar sang Buto tersebut sampai di suatu daerah yang sekarang kita kenal dengan Dusun Ndowo, dari sana buto Ringgani berlari ke arah utara hingga sampai pada suatu tempat. Dia beranggapan bahwa sudah tidak ada yang mengejarnya lagi.

Sang buto berusaha untuk berdiri tegak (istilah jawa Ngadek Jejeg), sehingga daerah tersebut sekarang dikenal dengan Dusun Prajekan yang merupakan bagian dari Desa Jelu. Buto lalu berlari menuju barat, baru beberapa langkah Buto Ringgani merasa tubuhnya sudah lemas, karena berjalan saja sudah jatuh bangun (istilah Jawanya Penjola-Penjulu) sehingga dsri situ, tempat tersebut dinamakan Desa Jelu yang saat ini juga menjadi tempat tinggal saya.

Dari Jelu berjalan lagi dengan teratih-tatih menuju utara sampai di suatu tempat. Cincin emasnya jatuh dan hilang. Daerah yang menjadi lokasi hilangnya cincin tersebut sekarang dikenal dengan nama Kedungmas. Dari Kedungmas dia berjalan menuju timur laut, sampai pada suatu tempat lutut/gandunya putus, tempat lutut/gandunya buto tersebut dinamakan Sendang Gandu yang sekarang sudah masuk ke wilayah Desa Kalitidu.

Meskipun sudah putus gandunya, karena sakti Buto Ringgani masih bisa berjalan menuju selatan, sampai pada suatu tempat dia mengambil tanah sekepal (dalam istilah jawa disebut sak gruwekan) untuk menambal/ dempul perutnya yang sobek terkena panah, sekarang daerah tersebut di kenal dengan nama desa Dempul yang masuk Desa Wotangare. Dari Dusun Depul berjalan lagi ke selatan, namun ketika sampai di suatu tempat, dia merasa tubuhnya sangat lemah, tenaganya habis, sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.

Matanya mulai berkunang-kunang (istilah jawanya byar pet) dan tak beberapa lama Buto Ringgani menemui ajalnya di tempat tersebut yang sekarang dikenal dengan Desa Jampet.

Setelah ambruk tubuh buto tersebut membujur ke arah selatan, tempat kepalanya sekarang menjadi sumber mata air yang bernama Sendang Patak Buto. Sedangkan lehernya atau gulunya menjadi mata air Sendang Nggulun yang berada di Desa Jelu yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik sendangnya.

Itulah sedikit sejarah tentang asal mula nama jelu dibentuk dan asal mula desa-desa disekitar Jelu.
(Yuliana Febrianti)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon